i even don't have any single tear to cry on. Cos maybe i already let you go. Already have an empty heart,there's no u anymore. Instead i feel competitive. I do believe we have our own way to be happy. To be full of joy. And this is where our journey end. :)
Coz someday, someone's gonna love me
The way, i wanted you to need me
Someday, someone's gonna take your place wo oh oh
One day I'll forget about you
You'll see, i won't even miss you
Someday,
Come Rain Come Shine
even it's still grey, you are always welcome!!
Monday, November 28, 2011
Tuesday, August 23, 2011
the one when she meet him
its done. its heartwarming indeed.
for whatever happens from today on. i just want to thank you.
thank you.
Friday, August 5, 2011
the one when she keep on counting the days
Sebulan lebih seminggu lagi semuanya akan berubah.
Gw bakal kangen berat sama aktivitas-ativitas, senyum bodoh anak futsal, coklat pemberian anak-anak.
Gw memberanikan diri untuk keluar dari comfort zone gw. Gw mengambil resiko kehilangan kasih sayang mereka.
Gw masih berpikir hal ini akan sepadan dengan apa yang bakal gw dapetin nanti. Ketika gw bisa akhirnya menjawab apa yang jadi pertanyaan gw.
Kemarin siang salah satu anak futsal kembali menghampiri gw "Miss, beneran mau pergi ya? mau blajar lagi?"
gw jawab dengan senyum. "knapa gitu?"
"Nanti yang jagain kita lagi siapa dong?"
"Khan nanti ada Mr/ Miss barunya yang jagain..."
he doesnt answer my statement, instead he kept looking at my face. I couldn't hold on my sadness, and i hugged him. "Nanti kalo tanding futsal jangan lupa ajak miss ya?"
he smiled and said "Tapi bawa makanan yang banyak ya?"
Gw bakal kangen berat sama aktivitas-ativitas, senyum bodoh anak futsal, coklat pemberian anak-anak.
Gw memberanikan diri untuk keluar dari comfort zone gw. Gw mengambil resiko kehilangan kasih sayang mereka.
Gw masih berpikir hal ini akan sepadan dengan apa yang bakal gw dapetin nanti. Ketika gw bisa akhirnya menjawab apa yang jadi pertanyaan gw.
Kemarin siang salah satu anak futsal kembali menghampiri gw "Miss, beneran mau pergi ya? mau blajar lagi?"
gw jawab dengan senyum. "knapa gitu?"
"Nanti yang jagain kita lagi siapa dong?"
"Khan nanti ada Mr/ Miss barunya yang jagain..."
he doesnt answer my statement, instead he kept looking at my face. I couldn't hold on my sadness, and i hugged him. "Nanti kalo tanding futsal jangan lupa ajak miss ya?"
he smiled and said "Tapi bawa makanan yang banyak ya?"
Thursday, June 2, 2011
the one with share
Keinginan untuk berbagi itu masih sangat kecil. Bahkan untuk segala rasa sakit yang dimiliki. Bukan karena tidak percaya. Masalahnya tidak pernah sesederhana itu. Seharusnya aku sudah tahu dari dulu.
the one when i should let go.
“We need in love to practice only this: letting each other go. For holding on comes easily–we do not need to learn it.” – Rainer Maria Rilke
Its so hard. but by the right time, i think no more tears to cry. they are all drained.
People have a hard time letting go of their suffering. Out of a fear of the unknown, they prefer suffering that is familiar.
-- Thich Nhat Hanh
Its so hard. but by the right time, i think no more tears to cry. they are all drained.
People have a hard time letting go of their suffering. Out of a fear of the unknown, they prefer suffering that is familiar.
-- Thich Nhat Hanh
Monday, May 23, 2011
the one with futsal boys
wuih udah lima bulan aja ga posting gw.. bukannya ga sempe, tapi emang ga pengen... *naon sih*
anyway, yesterday was the last day i accompany those futsal boys for their practice. it just like another usual practice, but the warmth of their togetherness is always the same. jokes dari mereka, gimana mereka bercerita dan berebut ingin didengarkan. menganggap teman-temannya ini lawan sekaligus kawan.
di akhir sesi latihan si cowo metal rada ngambeg karna g dioper bola selama pertandingan, mengutuk ngutuk temannya yang lain, curhat berat depan gw. tapi... setelah diajak bercanda sama rival dan rekan satu timnya jadi semangat lagi.. ah kids, kadang gw bingung kalo ada orang tua yang terlalu ikut campur urusan anak kecil yang bisa diselesaikan dalam waktu 15 menit. kapan sih mereka marah lama-lama? kalo mereka sahabatan, ga mungkin kejadiannya berlangsung lama. ita pikir anak juga punya hati seperti kita yang mudah terluka. tapi... coba liat lagi deh, mereka itu lebih kuat daripada kita.lebih tangguh dan punya hati yang lebih besar. hati memaafkan.
i might say this one is the warmest goodbye ever. thanks kiddos for makin my every monday full of joy, thanks for teaching me something important in my life.i'm so gonna miss you boys.
*untuk kepentingan terkait saya nggak mau nampilin cowo2 futsal ini, nanti banyak yang nitip salam. maklum mereka semua tampan2 sih.. :P
anyway, yesterday was the last day i accompany those futsal boys for their practice. it just like another usual practice, but the warmth of their togetherness is always the same. jokes dari mereka, gimana mereka bercerita dan berebut ingin didengarkan. menganggap teman-temannya ini lawan sekaligus kawan.
di akhir sesi latihan si cowo metal rada ngambeg karna g dioper bola selama pertandingan, mengutuk ngutuk temannya yang lain, curhat berat depan gw. tapi... setelah diajak bercanda sama rival dan rekan satu timnya jadi semangat lagi.. ah kids, kadang gw bingung kalo ada orang tua yang terlalu ikut campur urusan anak kecil yang bisa diselesaikan dalam waktu 15 menit. kapan sih mereka marah lama-lama? kalo mereka sahabatan, ga mungkin kejadiannya berlangsung lama. ita pikir anak juga punya hati seperti kita yang mudah terluka. tapi... coba liat lagi deh, mereka itu lebih kuat daripada kita.lebih tangguh dan punya hati yang lebih besar. hati memaafkan.
i might say this one is the warmest goodbye ever. thanks kiddos for makin my every monday full of joy, thanks for teaching me something important in my life.i'm so gonna miss you boys.
*untuk kepentingan terkait saya nggak mau nampilin cowo2 futsal ini, nanti banyak yang nitip salam. maklum mereka semua tampan2 sih.. :P
Saturday, December 25, 2010
the one with the boy who always makin me proud

cowo ini namanya febry. Dia keponakan gw, anak yang selalu bisa bikin gw bangga. Anak perfeksionis, yang ketika ia masih berseragam merah putih ia berjanji tidak akan punya pacar dan akan bersekolah di madrasah. Anak ini adalah anak yang bisa bikin gw ikhlas berbagi. Dari dia gw belajar banyak. Dari mulai ganti popoknya waktu kecil, ngajarin dia matematika, dengerin cerita sedih dan senengnya, sampe membuat dia sedikit mengerti dengan lingkungannya. Masalah pacar? Walaupun dia ga cerita detail, tapi dia membiarkan gw sedikit tahu tentang ceritanya.
Dia juga ga malu cerita kalo gw tantenya di hadapan temen-temennya. Dia dengan bangganya bilang kalo tantenya ini tante asik yang bisa diajak ngomong apa aja. Gw pribadi melihat dia sebagai keponakan yang mengerti. Dia bukan tipikal anak yang suka minta ini itu, kayaknya gw ga pernah deh ngerasa direpotin sama keberadaan dia. Gw paling seneng malah kalo dimintain tolong sama dia. Dia tipikal anak laki-laki penuh tanggung jawab tanpa keliatan sok tua. Dia yang selalu dengan semangat ngetweet kala MU menang atau chelsea kalah telak.. Dia yang punya selera tua dan ga malu bilang sama orang2. Dia yang punya cita-cita bisa masuk ITB, tita doain ya sayaang...
Dia yang gw buat kesal. Hari ini, pertengkaran pertama kami. terkesan lebay? engga juga. seumur-umur gw belum pernah bikin dia marah. seumur-umur dia ga pernah terlihat sangat dingin pada gw.dan rasanya ga enak banget. Rasanya menyedihkan.
maafin tita ya.. i never thought u really mad about this. it wont happen again. i'm so sorry...
Subscribe to:
Posts (Atom)